Sabtu, 25 April 2015

semangat halilintar

Semangat menggelehar bagai halilintar
Hujan tak kenal hujan yang berderai begitu derasnya …
terik pans tek kenal panasnya mentari di siang hari…
hari berganti hari tanpa mengingat waktu yang dijalani…
emosi selalu memuncak dan selalu menahan diri…
            Ketika itu dilalui mengigil saranya seluruh badan rasanya…
            merasakan aroma persaingan yang takhenti-henti…
            waktu bukan lah sebagai alasan untuk berhrnti melainkan untuk di lalui..
            untuk merubah diri menjadi pribadi yang berbakti bagi negri ini…
Waktu begitu cepat berlalu seakaan memudarnya warna-warna…
perjuangan dan perubahan besar baru akan di mulai…
bagaikan lentera yang bersinar untuk menerangi…
mari sahabat untuk meraih apa yang ada didalam mimpi ini..
            Tak putus akan haya khayalan belaka…
            buktikan sahabat bahwa kita bias mengarungi samudra yang luas ini..
            biarkan tawa mereka yang hanya meremehkan kegigihan ini…
            hingga suatu saat nanti jajni bukan hanyalah janji…
Persahabatan ini adalah jalan yang di tuliskan yang maha kuasa…
berpegang teguh akan suatu ikatan yang di sepakati…
berjalan meraih kesuksesan yang kini sudah menanti…
sebagai suratan yang telah dituliskan sang ilahi…
Tak kenal dinginya hujan….
tak kenal panas teriknya matahari…
tak termakan lamanya akan usia…
persahabatan menggelegar bagaikan halilintar…


….#by   : Agus st. 22 februari 15

ibu

                                                                                                                                                Padang, 22 desember  2014
Seribu tetesan keringat ku….
tak sebanding dengan sebutir tetesak keringat mu untuk ku ibu….
sejuta langkah yang ku perjuangkan untuk mu ibu,,,
tak sebanding dengan perjuangan mu untuk putra putrid mu….
                Seribu lantunan do’a yang ku ucapkan…
                tak sebnding dengan satu do’a yang engkau pintata pada Nya untuk ku ibu…
                sejuta kata maaf yang ku ucapkan…
                tak sebanding dengan sekali kata maaf yang engkau beri pada ku ibu…
Ibu engkau lah malaikat tak bersayap untuk selalu melindungi ku…
ibu engkau lah mentari yang sesungguhnya di dalam gelap ku …
ibu engkau lah pelit untuk menerangi etiap jalan ku…
ibu engkau lah kasih dan saying untuk sepanjang hidup ku…
Ibu…! Ibu…! Ibu…! Dan sekali lagi Ibu….!!!!
                                                                                                “ agus s-16 ”

Sepenggal pisi di atas itu adalah ungkapan yang  saya tuangkan dalam  sebuah goresan tinta yang sedikit mewakili atas apa yang saya  rasakan. Mungkin adna berfikir bahwa saya begitu lebay bukan…? Norak, kampungan,…! Ya… itulah kenyataan yang saya rasakan…. Atau mungkin anda berfikir nasip kita sama…???? Mungkin bias jadi nasip kita sama, apa yang kta rasakan sama,mlalu ….? Mengapa anda diam saja,,,,? Mengapa anda hanya merenung…? Anda sedang berfikirkah…???lalu apa yang anda fikirkan….? “ apa yang akan anda lakuka,,? Setelah anda lakukan selama ini pada ibu anda…? ” apakah anda merasa bersalah..? mungkin sebagian dari kita menganggap itu semua hal yang sepele, hal yang hanya membuang-buang waktu….
Tidak….
atau anda senang sibuk dengan kegiatan anda..? pasangan anda…? Putra- putrid anda….? Rekan kerja anda..? teman sepermainan anda..? ataukah anda malah menyibukan diri….?
Mari kita renungkan sejenak, apakah yang kita lakukan selama ini sudahkah benar,,,? Sudahkah terpuji…? Sudah berbakti kah kita kepada orang tua kita…?  Ketika semasa kita keil “ igatkah anda akan masa itu” orang tua kita selalu memberikan apa yang kita mau, apa yng kita pinta, semua kemauan kita selalu akan di penuhi dan di turuti. Ketika kita sekit, siapa yng merawat kita,,? Siapa yang menjaga kita..? siapa yang peduli dengan kita,,,? Siapa yang akan menyayangi kita…? Siapa yang akan menyuapi kita,,,? Bah kan siapa orang yang memandikan kita….? Tiada lain tiada bukan mereka adalah orang tua kita, ibu bapak kita, mereka tanpa pamrih, tanpa mengeluh, dan tampa meminta sedikit imbalan pada kita….?
Mereka ikhlas untuk merawat, mendidik , serta membesarkan kita dengan tanpa kenal rasa lelah, letih. Mereka akan selalu berjuang untuk kebahagiaan kita…
tapi…!!!!
tapi mengapa……!!!!
tapi mengapa kini di saat mereka sudah rapuh, sudah tak berdya, ketika wajah tampan dan cantik mereka mulai mengerut, mengkriput, yang dulunya gagah perkasa kini menjadi lemah. Yang dulunya canti putih bagai kapas, kini berubah kelam dan rapuh… mengapa kita bias melupakan kejadian itu, apakah kita tidak Nampak perubaha yang begitu drastis pada wajah mereka…
Malu kah kita memiliki orang tu mereka, …?
“ biadab”  mungkin kata –kata itu pantas untuk mereka yang melupaka apa yang semua telak di lakukan oleh orang tua mereka semasa kecilnya…
“ nina bobo oh nina bobo, kalo tidak bobo nanti di gigit nyamuk”  ingatkah anda  dengan lirik lagu ini. Semasa anda kecil dulu Setiap malam menjelang anda tidur selalu terlantun dari bibir orang tua anda,  selalu di timamg – timang, di manja, di belai, dan selalu melindungi anda di setiap watunya….
Lalu mengapa kini anda seakan tidak mengenal mereka, tak peduli dengsn kondisi mereka yang kini mulai rpuh dan rentankarena usia mereka yang semakin berumur. Seakan –akan anda tidak mengenal mereka yang selama ini menghidupi mereka.
“ tak tau balas budi ” apakan kalimat ini yang anda inginkan,,,?  Anda mementingkan mendengar kata itu dibandingkan anda harus mengakui orang tua anda sendiri..? apakah anda lahir dari batu…? Atau memang anda keturunan dari kera yang di ungkapkan oleh Darwin… tentu tidak bukan….????
pernahkan anda berfikir ketika anda di masa kecil dulu ketika anda melakukan kesalahan, dan kesalahan itu mencoreng nama keuarga besar anda. Pernah kah anda berfikir sedemikian rupa…? Lalu apa yang di lakukan oleh mereka, mereka selalu menasehati mu dengan kata-kata yang halus dan begitu lembutnya agar supaya kita mengerti bahwa tindakan yang kita lakukan itu salah, mereka tak pernah marah.mereka selalu mempedulikan anda apapun kondisi anda….
Tak pernah sedikit pun terlintas di benak mereka untuk memarahi anda, menyudutkan anda apalagi di saat posisi and down.



                

ibu

syukur nikmat

Ketika rintikan air hujan mulai nerpa dibumi yang imdah ini,,,,
terinhat akan keindahaan yang tiada tara oleh dunia,,,
keajaiban akan karunua serta rahmat hidayah ini,,,
tiad  ternilai untuk sekedar di ungkapkan dengan kata,,,
                Air yang turun membasahi tubuh ini adalah sebuah anugrah,,,
                akan tersa kenikmatan yang tiada banding di alam semesta ini,,,
                kaerna rahmatnya lah keajaiban ini bias terunggah,,,,
                ungkapan rasa syukur akan senantiasa menyertai diri ini,,,
Syukur akan karunia adalah sudah sewjarnya bagi umat manusia,,
kedamaian ketika dahaa teribati akan butiran butiran air,,,,
tak terbayang batapa besar kepuasan yang dirasakanya,,,
tentram, adalah suatu pilihan  kebajikan yang harus di gentar,,,

                

pupus

bintang yang redup akan berubah menjadi terang…
lilin yang padam kini telah menyala kembali,,,,
mengharapkan bintang yang terang…
untuk kasih yang  hadir di  dalam mimpi ,,,,
                bunga yang gugur di musim semi kini kini telah berganti….
                daun yang berguguran telah berganti dengan daun yang baru,,,
                jiwa yang gersang akan kerindun yang menanti…
                kini perlahan-lahan akan segera terhiasi dengan kehadiran mu,,,
harapan biarlah jadi sebuah tantangan…
waktu bukanlah jadi sebuah alas an untuk mewujudkan,,,
keinginana akan sebuah kebersamaan…
impian jiwa yang gelisah akan perasaan yang terpendam,,,,
                bunga yang indah bias saja layu akan waktu…
                jiwa yang rentang akan gejolak yang mendalam,,,
                seakan-akan dimakan waktu yang tak menentu…
                hingga mentari datang menghampiri dalam mimpi….

Salam hangat di pagi ini untuk jiwa yang damai…
mentai tersenym menyapamu kini…
harapan akan terwujut karena kesetiaan ,,,
untukmu kasih penghuni hati ini…